FINGERSNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berfokus melakukan pembenahan dan penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang Tamangapa. Langkah ini diambil untuk mengalihkan sistem pengelolaan sampah dari metode pembuangan terbuka (open dumping) menuju sistem penimbunan bersanitasi (sanitary landfill).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa pembenahan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Makassar setelah sebelumnya menerapkan program pemilahan sampah dan penataan TPA sejak Agustus 2026.
"Pembenahan ini masih terus kita tingkatkan dari open dumping ke controlled landfill hingga nantinya menuju sanitary landfill, di mana sampah wajib ditutup dengan tanah urug," ujar Munafri di Makassar, Kamis.
Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, Wali Kota meninjau langsung perkembangan penataan kawasan hingga ke puncak area TPA. Dari ketinggian tersebut, perubahan kawasan mulai terlihat nyata. Area yang dahulu identik dengan tumpukan sampah tidak tertata serta berbau menyengat, kini secara bertahap mulai dibenahi dan dirapikan.
Selain penataan area timbunan sampah, pembangunan akses jalan menuju TPA Tamangapa juga terus berjalan. Pengerjaan saat ini telah memasuki tahap pembuatan tiang pancang untuk mendukung pembangunan jalan utama.
Guna memperlancar mobilitas armada pengangkut sampah, Pemkot Makassar menyiapkan beberapa jalur akses pendukung:
Akses Utama: Berada di sisi barat kawasan TPA.
Jalan Alternatif Sisi KananLangkah Pemkot Makassar dalam membenahi TPA Antang Tamangapa mencerminkan komitmen kuat menuju pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Transisi dari sistem open dumping ke controlled landfill hingga sanitary landfill bukan sekadar perbaikan teknis, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas hidup warga Kota Makassar.
Berikut adalah beberapa poin penting dari upaya penataan tersebut:
Peningkatan Sistem Pengelolaan: Mengubah metode pembuangan dengan menutup sampah menggunakan tanah urug untuk meminimalisasi bau, polusi, serta potensi penyebaran penyakit.
Pengembangan Infrastruktur: Pembangunan tiang pancang untuk jalan akses utama serta pembukaan jalur alternatif (sisi kanan dan poros Samata) guna memperlancar mobilitas armada pengangkut sampah.
Visi Lingkungan dan Kesehatan: Menjadikan pengelolaan sampah yang bersih, sehat, dan indah sebagai warisan yang layak bagi generasi mendatang.
